
*********
Kami sadari jalan ini, kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezaliman, yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan, dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini, sepenuh ridho di hati
Kami adalah panah-panah terbujur, yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus, yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli, siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati, hanya ridho ilahi
Robbiiiiiiiiiiiiiiiiii
Kami adalah tombak-tombak berjajar, yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada, langkakan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru, yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezholiman
Asalkan ikhlas di hati, jumpa wajah ilahi
Robbiiiiiiiiiiiiiiiiii
Kami adalah mata pena yang tajam, yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu, ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam, bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi, dakwah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati, nuju jannah ilahi
Robbiiiiiiiiiiiiiiiiii
Oleh: Shoutul Jihad
Dimulakan dengan
Wednesday, 4 June 2008
TeKaD
Tuesday, 3 June 2008
:: Teman Seperjuangan ::
Bismillahirrahmanirrahim.
Menyelak-nyelak halaman yang pernah diselak. Hmm...
Untuk perkongsian bersama.
Teman Seperjuangan
Wahai teman kita bersama dalam satu perjuangan
perjuangan kita belum mencapai kemenangan
kemenangan kita dalam mencari kejayaan
kejayaan kita demi masa hadapan.
Wahai teman
perjuangan kita nawaitunya kerana Tuhan
bukan semata-mata untuk dipertontonkan
tetapi untuk kita mencapai kejayaan
di dunia dan di akhirat
demi mencari keredaan Allah pemberi rahmat.
Wahai teman apabila kita berjaya tiba di garisan penamat
tidak bermakna perjuangan kita sudah tamat
teruskan perjuangan hingga ke akhir hayat
insya-Allah berjaya dunia akhirat.
Muhammad Tamim Faruq Khairul Azmi,
dipetik dari Dewan Siswa, April 2008.
Monday, 2 June 2008
KeNaPa TaKuT gAgAL ???
Sering kali kita mendengar istilah takut gagal terutamanya apabila minggu peperiksaan sudah semakin hampir dan ada segelintir pelajar yang kurang bersedia untuk menghadapi peperiksaan berasa takut iaitu takut gagal.Bahkan bukan itu saja, mencuba benda baru juga boleh menyebabkan kita takut untuk gagal sekaligus takut untuk mencuba benda baru. Baiklah ana nak tunjukkan beberapa contoh yang boleh diambil sebagai iktibar untuk kita semua.
Salah seorang tokoh itu adalah Nelson Mandela yang menjadi presiden Afrika Selatan selama lima tahun (1994-1999), sekalipun beliau boleh memegang jawatan buat tempoh yang lama. Kesabaran Mandela yang merengkok dalam penjara selama 27 tahun membolehkan beliau menjadi orang paling berkuasa selepas pilihan raya pelbagai kaum pertama negara itu April 1994. Beliau diantara tahanan yang paling lama merengkok dalam penjara, bukan calang-calang orang boleh bertahan dalam penjara selama 27 tahun.
Sekalipun Mandela bukan satu-satunya tokoh yang bertanggungjawab meruntuhkan sistem aparteid. Kesabaran, kegigihan dan semangat tidak putus asanya memberikan perangsang kepada rang lain. Semangat tidak berputus asa adalah langkah pertama menuju kejayaan sekalipun kurang pengetahuan dan tidak pula takut gagal.
Thomas Alva Edison dikatakan gagal beratus-ratus kali dalam percubaan menghasilkan mentol elektrik. Demikian mereka yang lain sebelum menemui kejayaan mereka telah menempuh semua kegagalan.
Pelayar Itali yang berkhidmat untuk raja Sepanyol, Christopher Columbuss, menemui benua Amerika selepas pergi ke dunia timur dengan menuju ke Barat, bertentangan dengan laluan pelayar sebelum ini Putera Henry ataupun Vasco Da Gama. Pendeknya semua tokoh ini tidak takut menghadapi kegagalan.
Bagaimana pula dengan kita, adakah kita sanggup menghadapi kegagalan untuk maju atau masih mahu berada di tampuk yang lama...
Fikir-fikirkanlah
Oleh : SAIFUL MAHABBAH
KeAdAaN uMaT iSLAm SeKaRaNg
Tema ini adalah suatu upaya untuk menggambarkan akan keadaan dunia Islam kontemporer (saat ini) dengan segala kelebihan dan kekurangan-kekurangannya. Kondisi umat Islam saat ini penuh dengan kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral.
Kelemahan dalam kapasitas intelektual (Al Jahlu)
Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual meliputi:
§ Dho'fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan)
Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan dan pengkaderan lemah maka akan mustahil melahirkan anasir-anasir dalam nadhatul umat (kebangkitan umat).
§ Dho'fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan)
Dewasa ini sedang sangat pesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk menuntut ilmu sangat rendah.
§ Dho'fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan)
Umat Islam sekarang ini tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang memadai.
§ Dho'fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian)
Sekarang ini terjadi gerakan-gerakan yang mengibarkan bendera kebathilan, mereka membangun pengorganisasian yang solid sementara umat Islam lemah dalam pengorganisasian sehingga kebathilan akn diatas angin sedangkan umat Islam akan menjadi pihak yang kalah. Sesuai perkataan khalifah Ali ra "Kebenaran tanpa sistem yang baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi dengan baik".
§ Dho'ful Amniyah (lemah dalam keamanan)
Masa kini umat Islam lengah dalam menjaga keamanan diri dan kekayaan baik moril dan materil sehingga negeri-negeri muslim yang kaya akan sumber daya alam dirampok oleh negeri-negeri non muslim. Begitu pula dengan Iman, umat lslam tidak lagi menjaganya tidak ada amniyah pada aqidah dan dibiarkan serbuan-serbuan aqidah datang tanpa ada proteksi yang memadai.
§ Dho'fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri)
Umat Islam dewasa ini tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat-nikmat yang Allah SWT berikan dan tidak mensyukurinya. Jika umat Islam mersyukuri segala nikmat Allah dari bentuk syukur itu akan muncul kuatut tanfidz yaitu kekuatan untuk memobilisir diri dan sekarang umat Islam lemah sekali dalam memobolisir diri apalagi memobilisir secara kolektifitas.
Kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs)
Kelemahan-kelemahan dalam problematika moral yang terjadi pada umat Islam sekarang yaitu:
· Adamus Saja'ah (hilangnya keberanian)
Umat Islam tidak seperti dahulu yang berprinsip laa marhuba illalah (tiada yang ditakuti selain Allah) sehingga tidak memiliki keberanian seperti orang-orang terdahulu yakni Rasulullah dan para sahabatnya yang terkenal pemberani. Sekarang ini umat Islam mengalami penyakit Al Juban (pengecut). Rasa takut dan berani itu berbanding terbalik sehingga jika seorang umat Islam takut kepada Allah maka ia akan berani kepada selain Allah tetapi sebaliknya jika ia takut kepada selain Allah maka ia akan berani menentang aturan-aturan Allah SWT.
· Adamus Sabat (hilangnya sikap teguh pendirian)
Umat Islam mulai memperlihatkan mudah mengalami penyimpangan-penyimpangan dan perjalanan hidupnya karena disebabkan oleh :
1. termakan oleh rayuan-rayuan
2. terserang oleh intimidasi atau teror-teror.
Salah satu illutrasi hilangnya sabat (keteguhan) ini adalah prinsif-prinsif hidup kaum muslimin tidak lagi dipegang hanya sering diucapkan tanpa dipraktekan. Sebagai contoh Islam mengajarkan kebersihan sebagian dari Iman tetapi di negari-negeri kaum muslim kondisinya tidak bersih menjadi pemandangan pada umumnya.
· Adamut Dzikriyah (hilangnya semangat untuk mengingat Allah)
Dalam Islam lupa diri sebab utamanya ialah karena lupa kepad Allah. Umat Islam dzikirullah-nya lemah maka mereka kehilangan identitas mereka sendiri sebagai Al Muslimum. Sebagaimana Allah berfirman dalam Qs. Al Hasyr ayat 19 "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik".
· Adamus Sabr (hilangnya kesabaran)
Kesabaran merupakan salah satu pertolongan yang paling pokok bagi keberhasilan seorang muslim, sesuai firman Allah Qs.2:153 "Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".
Kesabaran meliputi:
1. Ashabru bitha'at (sabar dalam ketaatan)
2. Ashabru indal mushibah (ketaatan ketika tertimpa musibah)
3. Ashabru anil ma'siat (sabar ketika menghadapi maksiat)
Sebagai umat Islam harus memiliki kesabaran ketiganya.
· Adamul Ikhlas (hilangnya makna ikhlas)
Ikhlas tidak identik dengan tulus. Tulus artinya melakukan sesuatu tanpa perasaan terpaksa padahal bisa saja orang itu ikhlas walaupun ada perasaan terpaksa. Contohnya pada seseorang yang melakukan shalat subuh yang baru saja jaga malam sehingga sanat terasa kantuk tetapi karena shalat adalah suatu kewajiban perintah Allah swt ia tetap mengerjakannya dsb.
· Adamul Iltizam (hilangnya komitmen)
Dewasa ini kaum muslimin kebanyakan tidak istiqomah berkomitmen terhadap Islam bahkan tidak sepenuhnya sadar bahwa Islam harus menjadi pengikat utama dalam hidupnya sehingga mereka banyak menggunakan isme-isme yang lain.
samada kita sedar atau tidak masalah umat Islam sekarang...
jikalau sedar apa tugas kita?
adakah melihat danberdiam diri sahaja?
apa sumbangan kita untuk umat Islam ?
RENUNGKAN.....
FIKIRKAN......
WAHAI SAUDARAKU......
''shhh...''
bismillahirrahamannirrahim,
Manusia berbicara setiap masa. Kekadang seperti nak mengeluarkan perasaan kita melalui percakapan setiap masa tak henti-henti. (*kalau ada pendengar setia di sisi kita) Tetapi, bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kpd manusia bukan setakat di dunia tetapi diakhirat kelak. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. (*na'udzubillahi min zalik)
Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati org lain akan menyebabkan kita terseksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT.
Bagi mereka yg beriman, lidah yg dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan utk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan utk mengeluarkan mutiara-mutiara yg berhikmah. Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia drp mengucapkan perkataan yang sia-sia. Kerana apa? kerana dia tahu, itu adalah amanah Allah yang Allah pinjamkan buat sementara dan dipertanggungjawabkan untuk menggunakan sebaiknya (*hanya untuk ibadah sahaja).
Tetapi perlulah diingat, diamlah pada tempatnya dan bercakaplah bila perlu. Sibukkanlah dirimu dengan perkara yang membawa seribu satu manfaat untuk kehidupanmu yang lebih kekal.
HIKMAH DIAM (*apa yang kita dapat apabila kita diam?)
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias. (*kan molek kita lihat orang diam (*bukan senyap) dan bercakap bila perlu)
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar. (*benteng pergaduhan, fitnah, marah, dll)
5. Kekayan tanpa meminta maaf kpd orang.
6. Istirehat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.
Hadis2 Rasullulah mengenai kelebihan diam yg bermaksud:
*"Barangsiapa yg banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yg banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yg banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya". ( Riwayat ABU NAIM )
* "Barangsiapa yg beriman kpd Alah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yg baik atau diam". ( Riwayat BUKHARI & MUSLIM )
* "Barangsiapa diam maka ia terlepas dr bahaya".( Riwayat AT-TARMIZI )
Madah Dari Hukama:
* BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA tidak pandai, BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK, KRN KECERDIKAN ITU BUAH FIKIRAN, ORG CERDIK YG PENDIAM LEBIH BAIK DR ORG tidak pandai YG BANYAK CAKAP.
* MENASIHATI ORANG YG BERSALAH , TIDAK SALAH. YANG SALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG..
* KALAU ORG MENGHINA KITA, BUKAN KITA TERHINA, YG SEBENARNYA ORG ITU MENGHINA DIRINYA SENDIRI.
"Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dgn diam. Jalan yg terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat bercakap kearah perkara2 yg baik. "
Betul! tepat sekali. cubalah kita bercakap tentang orang lain (*mengumpat) pasti syaitan akan masuk dalam diri kita dan membakar-bakar lagi semangat nak mengumpat. cubalah kita mengejek-ejek orang pasti syaitan akan join dan akhirnya menimbulkan pergaduhan. ketika sedap kita menyalahgunakan lidah, tika itulah syaitan mengawal hati dan perasaan kita. Sedangkan yang timbul hanya perkara kecil yang mudah nak dibereskan.apa orang melayu kata? kerana pulut santan binasa, kerana mulut badan binasa.
(*penyataan "cubalah", bukan diajak mencuba, tetapi kita sudah pernah melalui semua itu malah ada banyak lagi yang tidak disebutkan. cuma nak sama mengingat kembali )
oleh itu,
Bicara yg baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kpd kekuatan iman pada diri manusia.
secara kita tidak sedar, rupa-rupanya lidah berkaitan dengan hati, hati berkaitan dengan iman. dapat lihat tahap iman kita? renungkanlah.. teringat ciri-ciri Hasan Al-Basri. Setiap katanya adalah zikir dan diamnya adalah berfikir.
wallahua'lam..
Friday, 30 May 2008
ketika berwudhu'....
bismillahirrahmannirrahim.
salam kepada semua. kaifa halukum?

Di sini ada sedikit perkongsian. Tentang wudhu' yang kita lakukan sebelum menunaikan sesuatu solat. Kenapa kita perlu berwudhu' ya? pernah kita tertanya soalan sebegini? Sambil-sambil kita membasuh setiap anggota wudhu' kita bacalah...
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, ampunilah dosa mulutku dan lidahku ini" .
2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, berikanlah cahaya mukaku di akhirat kelak. Janganlah Kau gelapkan mukaku ini ".
3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, berikanlah hisab2ku di tgn kanan ku ini ".
4. Ketika membasuh tgn kiri, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab2ku di tgn kiri ku ini ".
5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, lindungilah daku dari terik matahari di pdg Mahsyar dgn Arasymu ".
6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah ampunilah dosa telinga ku ini ".
7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqim ".
8. Ketika membasuh kaki kiri berniatlah kamu dgn, " Ya Allah, bawakanlah daku pergi ke tempat yang bukan tempat2 maksiat". (masjid, majlis ilmu...)
Penjelasannya. .
no. 1 : hari-hari kita cakap perkara2 yg. tidak berfaedah (macam-macam cabang ada)
no. 2 : Ahli syurga mukanya berseri2.
no. 3 : Ahli syurga diberikan hisabnya di tgn kanan. (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam syurga-Mu, Amin)
no. 4 : Ahli neraka diberikan hisab2nya di tgn kiri. (na'udzubillahimin zalik. Ya, Allah janganlah engkau masukkan kami ke dalam neraka-Mu)
no. 5 : Panas di pdg Masyar seperti matahari sejengkal di atas kepala. (astaghfirullah...)
no. 6 : Kita mendengar org mengumpat, memfitnah, dan segala yang tidak patut kita mendengarnya.
no. 7 : Ahli syurga melintasi titian dgn pantas sekali. (Ya Allah permudahkanlah kami melalui titian sirat-Mu. Amin..)
no. 8 : Qada' dan Qadar kita di tgn Allah. (Allah yang berhak menjadikan seseorang hamba itu memperoleh petunjuk dan sesat.) moga kita tergolong di dlm golongan orang yang sentiasa mendapat petunjuknya... Ihdinas shiratholmustaqim...
selamat mencuba... (belum cuba, belum tahu)
wallahua'lam.
Thursday, 29 May 2008
TaK sOLAt
Jangan Pelajari Ilmu Dan Terima Nasihat Dari Orang Yang Meringankan Solat??
Rufai’ bin Mihran merupakan tabi’in yang sempat bersama dengan semua khalifah Rasyidin pada hal beliau adalah keturunan bangsa
Beliau masih remaja ketika tentera Islam menakluki
Beliau kerap berulang alik ke Madinah al Munawarah dan ketika itulah sempat bertemu dengan Saidina Abu Bakar ra. Dan ketika saidina Umar menjadi khalifah, beliau berkesempatan membaca Al Qur’an di hadapan saidina Umar dan solat dibelakangnya.
Di antara kata-kata hikmah dari Rufai’ yang terkenal ialah:
1.Latihlah dirimu supaya menerima ilmu dan kerapkanlah mencari. Sedarlah bahawa ilmu tidak akan datang kepada ORANG YANG PEMALU DAN ORANG SOMBONG.. Si pemalu malu bertanya kerana sifat malunya dan si penyombong tidak bertanya kerana kesombongannya
2.Belajarlah Al Qur’an. Setelah kamu mempelajarinya janganlah kamu membelakanginya. Hendaklah kamu sentiasa berada di jalan yang lurus kerana itulah Islam. Jauhilah segala hawa nafsu kerana ia mengheret kamu ke arah pemusuhan dan kebencian.
3. ORANG YANG RINGAN TENTANG KESEMPURNAAN SOLATNYA, AKAN MENGAMBIL RINGAN DALAM SOAL YANG LAIN.
Nasihat dari Rufaii ini kemudiannya sampai kepada alim tersohor, Al Hassan al Basri dan beliau berkata, “ Kamu telah diberikan nasihat oleh Abu Al Alitah ( Rufai’) dan demi Allah apa yang di ucapkanya itu adalah sangat benar.”
Nasihat ketiga diatas, adalah satu prinsip kukuh yang beliau pegang bilamana beliau mahu menuntut sesuatu ilmu dari seseorang.
Rufai’ ’pantang’ mendengar nama-nama orang alim, beliau akan mengembara walaupun jauh untuk menuntu ilmu dari orang alim itu. Apa yang beliau lakukan sebelum mendapat si alim tadi ialah beliau akan turut beberapa kali solat di belakangnya. Dan perkara pertama yang Rufai’ amati ialah kesempurnaan solatnya. Sekiranya beliau dapati ada ketidak empurnaan solat si alim tadi , beliau akan berlalu pergi dan tidak akan menuntut ilmu maupun mendapat nasihat darinya!!!!
Apa yang boleh kita pelajari dari kisah Rufai’ ini ialah, ilmu dan kewarakan seseorang itu dua perkara yang berbeza. Walaupun tinggi ilmu seseorang tetapi apabila hubungannya dengan Allah masih longgar khasnya ketika solat, dan lebih khusus lagi ketika solat hatinya tidak sempurna hadir dan benar-benar berkomunikasi dengan Allah.
Tentulah si alim yang ingin di temui oleh Rufai’ tadi bukan calang-calang orang dan tentulah sudah sempurna wuduk dan perlakuan solatnya, TETAPI BAGI MEREKA YANG SUDAH BIASA KHUSYUK DAPAT MERASAI SOLAT ORANG LAIN TIDAK KHUSYUK!!!
ORANG YANG TIDAK KHUSYUK ketika solat, adakah mampu khusyuk hatinya di luar solat. Maka dengan alasan kukuh inilah, Rufai’ tidak menuntut ilmu dan nasihat dari orang yang meringankan solatnya.
Pelajaran seterusnya, solat adalah segala-galanya sebelum amal kehidupan yang lain-lain.
Persoalannya berapa ramai ahli ilmuan, ahli duat, ahli agama, pentadbir agama, tok-tok guru, mas’ul-mas’ulah yang tersohor dan yang tidak tersohor yang sentiasa dan istiqamah LALAI ketika solatnya?
Berpandukan nasihat dan pengalaman dari Rufai’ , perlukah kita tidak menerima nasihat dari mereka? Atau sekadar boleh di dengar? Atau katakan padanya, ” perbetulkan hubungan intim dengan Allah yang merupakan santapan Rabbani kerana ilmu itu santapan minda.??
Mengambil nasihat Rufai’ tadi, sudah pasti yang meringankan solat, akan meringan urusan-urusan yang lain. Ibubapa yang solatnya tidak hidup, maka tidak hairan hati-hati anaknya tidak hidup!. Dan kepada sesiapa sahaja, selagi hubungan yang longgar dengan Allah, maka adakah amal-amal dunia itu di kira sebagai ibadah?
Begitu juga, bila para duat yang tidak menjaga kuantiti dan kualiti ibadahnya, maka tidak hairan dakwahnya ’mandul’, usrahnya juga ’mandul. Sekian lama berusrah dan berdakwah, tetapi dakwahnya ekslusif. Dakwahnya kemasw dan cantik di atas kertas dan tidak terpancar secara praktikalnya. Juga tidak terpancar pada individu-individu yang bergelar daie.
Juga apabila berlaku aktiviti dakwahnya tidak menonjol , orang ramai tidak sibuk dengan dakwahnya tetapi si duat ini merasakan beliau sudah sibuk dengan dakwahnya!, maka kembalilah bermunasabah diri akan kualiti hubungan dengan Allah.
Apabila aktiviti sekadar mengisi program demi program sedangkan tidak mencapai indikator pencapaian dakwahnya. Kadang-kadang aktiviti ini tiada beza dengan kursus-kursus atau seminar yang dikendalikan oleh konsultan biasa. Mengapa begini keadaannya? Kerana bila program-program itu di kendalikan oleh hati-hati yang tidak hidup, hati yang rapuh hubungannya dengan Allah SWT iaitu hati-hati yang tidak rabbani.
Antara Ketegasan, Ketelitian Dan Hikmah Berhemah!
Analogi ketelitian.
Apabila dua wakil orang Quraisy iaitu Amru Al As dan Abdullah Rabi’ah mengadu kepada Raja Habsyah, Najasi ( nama sebenarnya Ashamah bin Abjar) tentang sebilangan sahabat Nabi SAW yang berlindung di negaranya dan berkata mereka ............ ......... ......... ...
http://bioibadah. blogspot. com
folio PJK
assalamualaikum,
tajuk-tajuk untuk folio PJK.
1) pengurusan sukan
ceritalah pasal ape2 mengenai sukan.
2) kerjaya dalam sukan
ni pasal politik sukan eh? tak ingatlah..
3) isu-isu dalam sukan
ke yang ni politik sukan?
4) etika dalam sukan
yg ni agaknye yg paling senang.
maaflah tak dapat nak tulis detail2 pasal folio ni sbb tak ingat.
tapi yang paling penting, mcm folio sejarah and geografi yg kite buat utk PMR dulu,
kene ade rujukan.
tak kirelah rujukan drpd internet ataupun buku,atau drpd mane-mane sumber.
moga-moga kita semua dapat menyiapkan folio PJK cuti ni jugak.
kepada 4 imtithal dan 4 abqari,
jangan lupe buat presentation sejarah menggunakan powerpoint.
sekian, terima kasih.
Monday, 26 May 2008
Moh Ler Cuti!
BismillahirRahmanirRahim.
Tersentak. Eh, tak update lagi? Oh, cuti...
Cuti? Cuti. Cuti! Orang sibuk bercuti.
Ok, moh ler tengok apa hikmahnya cuti ni.
Pada pandangan saya:
Cuti adalah waktu yang menyediakan kita waktu yang sangat....
dan...
P A N J A N G
Maka, waktu inilah KITA mesti menyeluruhi kebijaksanaan kita, dengan apa kita nak isi waktu yang sangat lapang ini. Apa yang kita boleh buat?
a. Rehlah atau Melancong dan Mengembara serta Menerokai Bumi Ilahi.
Sebenarnya, pokok utama rehlah diadakan adalah untuk mendekati Ilahi dengan menyusuri nikmat-Nya di bumi ini. Ada daripada kalangan kita merancang untuk habiskan cuti dengan 'ibadah umrah. Ada juga yang melancong ke luar negara bersama keluarga tersayang. Tak apa, dalam negeri nak rehlah pun ok. Asalkan kita jadi makin dekat dengan-Nya. Dan dapat eratkan ukhuwwah :)
b. Sertai aktiviti yang memang tersedia pada waktu cuti sebegini yang dapat kuatkan dan mantapkan jati diri kita. Contoh: kem hafazan, kem motivasi, jaulah tarbawi dan lain-lain.
Hmm, mungkin kita boleh saling bertukar info di mana dan bila diadakan aktiviti berfaedah macam ni. Sebab, ada orang yang jenis pendiam dan malu nak bertanya sedangkan hati dia nak.
Yang affordable dan baik-baik, itu sudah cukup. Sebab tak semua daripada kita mampu buat umrah, mampu berjaulah tarbawi kalau tak ada uangnya kan? Hmm, kalau tak pun....
c. Tolong ibu bapa dan keluarga.
Ini lagi bagus! Bila lagi kan budak-budak form 4 yang sibuk macam lebah ni nak tolong mereka yang tersayang dengan sepenuh jiwa dan raga kan? Kita boleh tolong kemas rumah, jaga adik, bersihkan halaman rumah, basuh kereta, bercucuk tanam dan b a n y a k lagi.
Yang lain bahagia, kita pun suka, pahala pun bertambah. ^___^
d. Laksanakan wajibul manziliy yang harus dilunaskan.
Ini pun penting juga teman-teman. Amanah mu'allimin jangan dilupakan. Komsas ke, pembentangan sejarah ke. Pokoknya, harus kuatkan hati! Cuti bukan bersuka-ria saja.
e. Mantapkan subjek yang lemah.
Ada. Ada? Ada.. ada! Mungkin ada antara kita yang lemah sesetengah subjek. Mereka yang ambil P.A, mungkin boleh kuatkan ilmu akaun (oh, terfikirkan kertas P.A 2?) Yang lemah Chemistry, mari belajar equation al-kimiya' dengan senang hati. Yang lemah Add Maths, kenapa tidak mantapkan ilmu dengan membuat latihan dengan super-banyak supaya masa depan kita terjamin. Function? Quadratic Function? Log? Indices? Banyak kan? Tak apa, kita buat perlahan-perlahan dan istiqamah. Mesti boleh!
f. Buat aktiviti bermanfaat.
Banyak lagi. Yang menjurus kepada minat atau kepada keperluan. Terpulang. Membaca khususnya. Membaca itu kan kunci segala ilmu? Qira'ah miftahul 'ilm.
Tiba-tiba rasa macam tersentak lagi sebab banyak perkara boleh dilakukan tetapi betul ke things-to-do ini semua akan tercapai? Sebab itulah kena ada tekad yang bulat!
Kuat, kuat dan kuat! Mesti istiqamah dalam jihad.
Peringatan buat KITA semua, termasuk yang menulis dengan sepenuh qalb ini.
Sama-sama kita ingat-mengingatkan, sebab kita tak mahu jadi orang yang rugi pastinya.
Ini untuk kita:
Saturday, 24 May 2008
AdA aPa DeNgaN MeNiRu
Apabila kita mendengar perkataan ini sudah pasti pelbagai bentuk persoalan yg tergambar dlm pemikiran kita
Antaranya:
Ada yg mengatakan meniru itu baik dari segi:
untuk mengikuti amalan baik seseorang
untuk mengikuti ketokohan seseorang yg kita kagumi sifatnya
dan pelbagai lagi...................
dalam hal ini kita dibolehkan untuk meniru perbuatan mereka selagi tidak berlanggar dengan hukum syara'
Namun apa yg kita kesali terdapat beberapa golongan yg menyalah tafsirkan perkataan meniru
Antaranya:
Ada yg mengatakan meniru itu bagus dari segi:
untuk mengikuti amalan/sifat buruk seseorang
untuk mengikuti gaya hidup seseorang sedangkan gaya hidupnya langsung tidak menunjukkan ciri@ individu muslim
bahkan kita bangga dengan mengikuti gaya hidup mereka
contoh yg paling senang adalah dr segi percakapan kita yg suka menggunakan perkataan yang tidak sedap didengar oleh telinga
bahkan sejak akhir2 ini suasana untuk mendengar perkataan yg mahmudah semakin sukar untuk kita dengar
contohnya penggunaan ana dan anta
kita kena ingat bahawa kita adalah abang2 dan kakak2 tingkatan 4 yg tidak lama lg akan menerajui kepimpinan sekolah
sekaligus menjadi orang yg plg tua & senior di sekolah
segala perbuatan kita akan dilihat oleh adik2 yg berada di bawah kita
apa persepsi mereka tentang kita?
kita sering menyuruh orang untuk berubah
tapi kita tak sedar bahawa kita yg melakukan perbuatan yg salah itu
mana qudwah hassanah yg sepatutnya ditunjukkan olh kita?
ke mana tarbiah yg kita terima selama berada di sekolah hidayah?
adakah hilang begitu sahaja?
betapa ruginya ibu bapa kita menghantar kita ke bumi hidayah......
dah lah terpaksa mengeluarkan banyak duit semata-mata untuk kita seorang
sedarkah kita akan pengorbanan mereka untuk menyekolahlan kita?
dan lebih menyedihkan lagi pada musim peperiksaan yang baru berlalu...
ramai pelajar f4 yg sanggup meniru dalam peperiksaan
tak kiralh letak buku dalam tandas
atau
tanya kawan jawapan yg kita x tau
apa guna kita periksa kalau meniru?
kemana hilang sifat amanah yg ada dlm diri kita?
sedarkah kita bahawa kita belajar perlu ada barakah...?
jika tiada barakah dalam belajar...
itulah yg menyebabkan kita sering gagal dalam peperiksaan
kerana barakah itu tak sampai kepada kita
kerana ia terhalang ole kerana terlalu banyak dosa yang kita lakukan
Oleh itu muhasabahlah diri kita
apa yg telah kita lakukan dalam semester satu ni
untuk kita perbaiki
dan meneruskan perjalanan hidup dalam semester 2 nanti
FIKIRKANLAH WAHAI SAHABATKU
SESUNGGUNYA DIRI KITA SANGAT BERHARGA
SEMUANYA ADA POTENSI
TUNGGU MASA UNTUK DIGILAP.......
maaf kalau ada tersalah kata
diri ini tidak bermaksud untuk mengaibkan seseorang
tapi cuma sebagi pemberi peringatan
untuk kita bersama
uhibbuka fillah......
Monday, 19 May 2008
Physics Class
There will be a Physics Class on:
MONDAY, MAY 19, 2008
9.30 am-12.00pm
Whoever wants to come..come..
Saturday, 17 May 2008
Sekecil Inilah kita...
Bismillahirrahmanirrahim...
"setitik debu di padang pasir...begitu kecilnya manusia di samudra alam semesta"
Yang Selamanya Dekat...
Bismillahirrahmanirrahim.
Bacalah dengan nama TuhanMu yang Menciptakan. (96:1)
Mafhum firman Allah:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (50: 16)
Usah bersedih. Usah berputus asa.
InnaLlah ma'ana. (90: 40)
Yuk mujahadah kerana Cinta Agung!
Innaka ni'ma-l Maula wa ni'ma-n Nasir.
Friday, 16 May 2008
BiNgKiSaN BuAt GuRuKu YaNg TeRcInTa
Guru,
Dikau hadir dalam diriku tanpa ku sedari,
Dikau ibarat cahaya rembulan,
Yang menerangi kegelapan malam.
Kehadiranmu,
Bisa menyebabkanku bangkit dari kealpaan,
Menanggalkan segala kejahilan yang menyelimuti diriku ini,
Dikau memberikanku secebis harapan,
Untukku bawa sepanjang pengembaraan,
Demi menyuluh jalan kejayaan.
Guru,
Dikau mendidikku seperti menatang minyak yang penuh,
Hidupmu tidak pernah jemu melayan kerenah anak muridmu ini,
Kerana kau tahu kami ini ibarat permata yang perlu digilapkan,
Diri ini amat menghargai pengorbananmu,
Ku bersyukur kepada Tuhan,
Kerana mengurniakan guru sepertimu,
Yang tidak bisa ku cari di dunia yang fana ini,
Demi memastikan kejayaan yang akan digapai.
Wahai guruku,
Akan ku realisasikan harapanmu,
Ku akan
untuk menjadi insan yang berjaya didunia dan akhirat,
Ku berharap bingkisan doa darimu,
Untukku menempuh onak dan duri ini,
Demi mencapai redaNya yang satu.
Guru,
Terima kasih daku ucapkan,
Sambutlah salamku,
Wahai guruku.
Untai Bicara Buat Murobbi
Bismillahirrahmanirrahim.
Nubariku mengutus hamdalah
menyeluruhi purnama ilmu jua cita
kerana tersuluhkan padaku
gerbang hikmah termulia
lalu dipancarkan di hadapanku
singgahsana kebijaksanaan terulung
adapun bisalah aku ini
menjebak kepalsuan serpihan kaca
dalam zulmat lail
mentafsir ketulenan butiran sesoca
dalam mega syafak
Sungguh
dia tuntun aku menuju puncak wijaya
lantaran aku
diajar menyulam nikmat
dididik mencantas waktu
diasah mempertajam maruah
oleh seorang manusia biasa
hingga Rabb mengangkat mulia darjatnya
Kerana dia seorang guru
kerana doanya sang murobbi aku di sini
sebermulanya semua
di sini...
.raehan intisor.
Sunday, 11 May 2008
Fitnah
Tolong jangan buat sebarang fitnah.
Perhatian: Sila jangan gunakan nama orang lain, sesungguhnya fitnah itu lebih dahsyat daripada mebunuh.
Saturday, 10 May 2008
SaHaBaT SeJaTi
Pada zaman rasullullah. .. ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai pengembala kambing..pada suatu hari..sahabatnya yang pertama bertanya kepada sahabatnya yang kedua.. "apakah benar engkau sahabatku yang sebenar benar sahabat?? maka sahabatnya yang kedua menjawab "bukan kah kita telah bersama semenjak masih kecil... dan membesar bersama2? aku tidak pernah mengkhianati dirimu... apa lagi yang mampu aku jadikan bukti bahawa aku benar2 sahabat mu?? sahabat yang pertama tadi membentak "sesungguhnya kamu lah manusia paling pendusta" sahabatnya kedua tadi kehairanan dan bertanya apakah kesalahannya sehingga sahabatnya itu melayannya seperti itu. sahabat pertama tadi menjawab." pulanglah kau kerumah, cari lah jawapannya, dan esok datanglah kau berjumpa aku."
sehari harian, sahabat kedua tadi mencari punca dia dimarahi oleh sahabatnya.sedangkan sahabatnya itu tidak pernah berkelakuan seperti itu sebelum ini.keesokan harinya..pergilah dia bertemu dengan sahabatnya itu. wahai sahabat..puas sudah aku mencari jawapan untuk soalanmu... tapi tidak juga kutemui.." katanya sambil menangis."katakanlah wahai sahabat.. apa kesalahanku? ? sahabat yang pertama merenung wajah sahabat kedua.
"pernahkah kau mengingatkan aku supaya mengucapkan dua kalimah syahadah, atau berselawat keatas junjungan ketika kita berehat dari lelah bekerja dan bersembang kosong??"
sahabatnya menggeleng
"pernahkah kau mengingatkan aku supaya segera solat dan kebaikan segera bersolat setiap kali azan dikumandangkan? ?
sahabatnya menggelengkan kepala.
“pernahkah kau menasihatkan aku supaya berpuasa setiap hari pada bulan ramadhan??”
sahabatnya menggeleng lagi.
"pernah juga kah kau mengingatkan aku mengenai tanggungjawab ku supaya berzakat??
sahabatnya menggeleng lagi seraya menangis. Namun sahabat pertama tadi meneruskan soalannya." dan soalan ku yang terakhir... pernahkah kau mengajak aku menunaikan haji setiap kali kita dikurniakan lebihan rezeki? sahabat kedua mendiamkan diri sambil menangis teresak esak. "tidak pernah bukan?? maka tidak layaklah engkau bergelar sahabat padaku.engkau tidak pernah membantu aku melarikan diri dari neraka jahanam. pergilah kau... mulai hari ini kita bukan lagi sahabat.
moral:
pernahkah kita melihat kedalam diri
kita?? layakkah kita untuk
bergelar seorang sahabat??
dan pandanglah teman yang sering kehulu kehilir bersama kita... layakkah dia menjadi sahabat kita?? renungkan sendiri dengan mata hati..bukan dengan membuta tuli. perbaikilah diri.. mungkin suatu hari kita layak untuk bergelas sahabat sejati dan hakiki.
insyaAllah..
Tuesday, 6 May 2008
Monday, 5 May 2008
Hari ini Hari Apa?
BismiLlah.
"Hmm, boleh ana jumpa anti?"
Dia pun jalan cepat-cepat meluru ke saudari ini.
"Terima kasih anti! Alhamdulillah."
"Errr..."
Kemudian saudari ini tunjukkan kertas-kertas itu. Ah, malunya! Bisik si dia. Saya dengar tau.
"Anti... ana tak tahu nak tulis apa...." (dengan muka paling sayu dan sadis)
"Anti... anti, ana suka sangat! Alhamdulillah.Moga senang meresap pada hati orang lain"
Dia peluk dia. Dia tu terharu. Saya tengok macam kelakar je. Tapi...
itulah kemanisan ukhuwwah kan? ;)
alhamdulillah.
oh ye, tentang lawak hari ini hari apa tu, ana ingatkan B 11 ni genius.
maka, fikir-fikirlah dulu sebelum buat sesuatu yang kelakar yang tak kelakar.
tak faham? la ba'sa.
salam.
Sunday, 4 May 2008
IkHTiLAT sUaTu rAnCaNGaN UnTuK mEnGhAnCuRkaN KiTa
•Pada zaman ini, ramai lelaki dan perempuan bergaul tanpa batas-batas aurat seperti bergaul dengan sesama jenis.
•Ini akan menyumbangkan kepada perkara-perkara maksiat malah tidak mengendahkan hukum-hakam yang disyariat oleh Islam walaupun mengetahuinya.
•Perkara ini terjadi kerana sifat-sifat manusia yang lemah terhadap persekitaran dan lemah imannya tidak seprti zaman yang terdahulu.
•Pada zaman ini, ramai lelaki dan perempuan bergaul tanpa batas-batas aurat seperti bergaul dengan sesama jenis.
•Ini akan menyumbangkan kepada perkara-perkara maksiat malah tidak mengendahkan hukum-hakam yang disyariat oleh Islam walaupun mengetahuinya.
•Perkara ini terjadi kerana sifat-sifat manusia yang lemah terhadap persekitaran dan lemah imannya tidak seprti zaman yang terdahulu.
•Ini kerana ramai masyarakat Islam terlalu menyanjungi negara-negara barat malah terikut-ikut dengan masalah akhlak yang sedang berlaku di negara barat.
•Walaupun bersekolah di sekolah Islam atau menuntut di universiti Islam jika benteng keimanan lemah, lambat laun akan terikut-ikut dengan budaya barat sehari demi sehari.
•Perkara ini dapat kita hindari dengan menasihati mereka tentang betapa dahsyatnya jika terjatuh ke lembah yang hina dan mendapat azab yang amat berat dan peritnya apabila di seksa
•Juga mengingatkan mereka semula kesannya terhadap kehidupan kita, keluarga dan masyarakat. Masyarakat akan menjauhi diri mereka daripada mereka yang melakukan maksiat dan ini akan memalukan keluarga mereka.
•Ini kerana ramai masyarakat Islam terlalu menyanjungi negara-negara barat malah terikut-ikut dengan masalah akhlak yang sedang berlaku di negara barat.
•Walaupun bersekolah di sekolah Islam atau menuntut di universiti Islam jika benteng keimanan lemah, lambat laun akan terikut-ikut dengan budaya barat sehari demi sehari.
•Perkara ini dapat kita hindari dengan menasihati mereka tentang betapa dahsyatnya jika terjatuh ke lembah yang hina dan mendapat azab yang amat berat dan peritnya apabila di seksa
•Juga mengingatkan mereka semula kesannya terhadap kehidupan kita, keluarga dan masyarakat. Masyarakat akan menjauhi diri mereka daripada mereka yang melakukan maksiat dan ini akan memalukan keluarga mereka.
•Umat Islam pada zaman Rasulullah dan para sahabat amat berbeza daripada zaman ini kerana pada zaman Baginda dan para sahabat sanggup mengorbankan diri sendiri hanya untuk menegakkan agama Allah iaitu Islam.
•Pada zaman moden ini, berlainan pula kesnya, mereka juga sanggup mengorbankan diri mereka akan tetapi korban untuk yang kita panggil hari ini iaitu “Cinta” bukan cinta kepada Allah tapi sesama manusia berlainan jenis.
•Sedangkan kita sepatutnya mencintai Allah terlebih utama, diikuti dengan cinta kita terhadap Rasulullah, kemudian cinta terhadap ibu bapa dan barulah cinta sesama manusia.
•Pada zaman Rasulullah dan para sahabat, kaum wanita menjaga adab-adab apabila terjumpa atau terserempak dengan lelaki, tidak seperti zaman sekarang apabila dua kaum terserempak, mereka terus bergaul tanpa batas-batas yang telah ditetapkan oleh orang Islam.
•Malah sesetengah kaum lelaki atau perempuan tidak menjaga pandangan antara lelaki dan perempuan, mereka melihat pada tempat yang tidak sepatutnya sebagai contoh adalah aurat, memandangnya dengan penuh nafsu atau memandang lama tanpa ada keperluan. Pada ketika ini, syaitan telah mengawal dirinya sehingga dia tidak sedar bahawa Allah sedang melihat dia.
FIKIRKANLAH!!!
•Marilah kita sedar bahawa manusia dicipta dengan sempurna berbanding makhluk lain akan tetapi mempunyai serba kekurangan dari segi akhlak, keimanan, akal fikiran dan fizikal.
•Sedar bahawa dunia ini hanya sementara dan dicipta untuk memperhambakan diri kepada Allah.
•Mengapa kita perlu menghabiskan wang untuk seorang perempuan atau untuk seorang lelaki mengapa tidak untuk keluarga!
•Mengapa kita sanggup mengorbankan diri kita atau bersusah-payah atau mengorbankan masa belajar hanya untuk cinta sesama manusia mengapa tidak untuk Allah, Rasulullah atau keluarga kita!